Diduga Manipulasi Data Dapodik dan Dana BOP, PAUD Salsabila di Pamekasan Jadi Sorotan

 


PAMEKASAN, Kanalmadura.id– Dunia pendidikan di Kabupaten Pamekasan diguncang isu miring terkait dugaan manipulasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dua lembaga pendidikan anak usia dini yang terletak di Dusun Lang Dulang, Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan—yakni PAUD Salsabila dan RA Al-Miftah—kini tengah menjadi sorotan tajam akibat adanya ketidaksesuaian signifikan antara jumlah siswa di lapangan dengan data resmi pemerintah.

Berdasarkan data yang dihimpun, di dalam sistem Dapodik tercatat bahwa PAUD Salsabila memiliki 34 siswa, sementara RA Al-Miftah tercatat memiliki 26 siswa. Namun, di tengah masyarakat berembus isu kuat bahwa jumlah siswa riil yang melakukan aktivitas belajar mengajar di PAUD Salsabila tidak mencapai angka tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Sekolah PAUD Salsabila, Ade Kusumawati, memberikan pernyataan yang mengejutkan. Ia berdalih bahwa angka 34 siswa yang tercantum dalam Dapodik tersebut sebenarnya adalah akumulasi atau gabungan dari siswa PAUD Salsabila dan RA Al-Miftah, bukan jumlah siswa PAUD Salsabila saja.

Anehnya, Ade Kusumawati mengaku sama sekali tidak mengetahui mengapa data di Dapodik. Ia melemparkan tanggung jawab tersebut kepada operator sekolah bernama Funi, yang disebutnya berasal dari luar lembaga. 

Namun, hingga berita ini diturunkan, saat awak media mencoba menghubungi Funi untuk meminta klarifikasi, yang bersangkutan sama sekali tidak memberikan respons.

Kepsek Mengaku 'Buta' Soal Dana BOP Tak berhenti di situ, karut-marut pengelolaan di lembaga ini kian kentara setelah Ade Kusumawati juga mengaku buta seputar pengelolaan keuangan. Hal ini termasuk mengenai penerimaan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) atau BOS untuk kedua lembaga pendidikan tersebut.

Menurut pengakuannya, seluruh urusan administrasi dan keuangan dipegang penuh oleh Pembina PAUD, yakni Marhawi.

 "Saya tidak tahu-menahu (soal data dan bantuan), karena yang tahu semua termasuk yang menerima bantuan BOS PAUD dan RA adalah Pembina PAUD, Bapak Marhawi," ujar Ade Kusumawati saat dikonfirmasi oleh awak media.

sementara itu marhawi saat dihubungi mengaku kalau disekolahnya tidak ada masalah dari sebelumnya perihal data siswa fiktif tersebut 

"selama ini tidak ada masalah dengan jumlah siswa di paud Salsabila dan kalaupun ada selisih di RA Al-Miftah sudah satu tahun tidak menerima dana BOP" Ujarnya 

Namun saat ditanya perihal jumlah siswa Paud Salsabila penerima BOP yang sejumlah 34 anak yang diduga adalah gabungan antara siswa paud dan RA Marhawi tidak dapat penjelasan.

Hingga saat ini, dugaan manipulasi data demi meraup keuntungan dari dana bantuan pemerintah ini masih menyisakan tanda tanya besar. Pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dalam hal ini Kasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), diharapkan segera memberikan klarifikasi transparan perihal pengawasan sejauh ini demi menjaga integritas dunia pendidikan di Kabupaten Pamekasan.