BUPATI PAMEKASAN TERTAWA DIATAS DERITA RAKYATNYA

BUPATI PAMEKASAN TERTAWA DIATAS DERITA RAKYATNYA

Tuesday, 14 July 2020, 07:14


gambar kolase
 
KanalMadura, Pamekasan - Akses jalan penghubung tiga desa yaitu, Desa Ambender, Desa Pasanggar dan Desa Tanjung Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan sudah belasan tahun rusak dan tidak penah diperbaiki, padahal jalan tersebut merupakan jalan raya poros Kabupaten Pamekasan.

Ruas yang rusak itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat, terutama untuk mengangkut hasil pertanian. Diduga kerusakan jalan akibat akumulasi beberapa faktor penyebab.

"Kami menderita karena sangat sulit mengangkut hasil pertanian dengan kondisi jalan rusak seperti itu. Tolong pemerintah perbaiki", kata Ali warga Desa Pasanggar.

Salah satu warga yang melintas dijan Raya Desa Pasanggar  menjelaskan akibat jalan rusak banyak masyarakat yang melintasi jalan Raya Desa Pasanggar khusunya yang menggunakan sepeda motor mengalami kecelakaan contohnya seperti tadi pagi ada pengedara motor seorang perempuan kecelakaan akibat tergelincir batu dan korban mengalami luka yang lumayan parah.

Sementara itu Moh. Hasan Ketua Ikatan Pemuda Desa Pasanggar (IPDP) meneturkan kepada Media Kanal Madura pada hari Senin,  (13/07/2020). Bahwa jalan penghubung tiga desa yang merupakan jalan raya poros Kabupaten Pamekasan sudah puluhan  tahun tidak pernah diperbaiki, bahkan sudah empat kali priode ganti Bupati di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.

"jalan raya poros kabupaten ini sudah puluhantahun tidak pernah diperbaiki, sudah tiga priode ganti Bupati mulai  dari Pak Syafi'i, KH. Kholil terus ganti ke Pak Syafi'i, terus yang sekarang sedang menjabat KH. Baddrut Tamam jalan raya penghubung tiga desa ini enggan diperbaiki padahal Bupati dan Wakil Bupati yang sedang menjabat sekarang yaitu Bandrut Tamam dan Wakil Bupati Roja'i dulu pernah menghadir acara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) diselenggaran di Desa Pasanggar Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan, yang jadi pertanyaan saya Bupati yang sekarang ini apa tidak malu menggunakan kata Pamekasan Hebat sementara Rakyatnya menjerit kesakitan akibat kecelakaan karena jalan yang rusak bahkan bisa dikatakan sudah tidak layak disebut jalan kabupaten. Ungkap Hasan kepada media.

"Warga sangat harap  supaya Pemerintah Kabupaten Pamekasan tidak tutup mata dan telinga melihat jalan yang rusak jangan sampai ingkar terhadap janjinya yang dulu mengatakan pembangunan merupakan priotas utama BERBAUR, tapi buktinya Rakyat mejerit karena jalan rusak sementara Bupati Pamekasan di account Face Book Ra Baddrut Tamam memposting foto dibuah acara  dengan di beri caption "Tertawa itu sehat", apa itu yang dinamakan menari diatas derita rakyatnya" tambahnya *[mh.af]

TerPopuler