Diduga Gunakan ijazah palsu saat mencalon, cakades dilaporkan kepolres sumenep

Diduga Gunakan ijazah palsu saat mencalon, cakades dilaporkan kepolres sumenep

Monday, 19 December 2016, 20:39

Sumenep,kanalmadura.com senin, 19/12/2016.Ijazah Satrawi, yang menang dalam pemilihan kepala desa (Pilkades), pergantian antar waktu (PAW) Desa Bukabu, Kecamatan Ambunten, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinyatakan tidak ada yang janggal.

“Gak ada yang janggal dengan ijazah pak Satrawi. Saya nyatakan tidak palsu,” tegas Ach Supyadi, seorang advokat dari kantor pengacara dan konsultan hukum, yang beralamat di Perum Arya Wiraraja Blok B II, nomor 3 Kolor, Sumenep.

Ijazah Satrawi diduga palsu dan dilaporkan kepenyidik Polres Sumenep oleh lawan politiknya, Suyanto, melalui pengacaranya, Saiful Anwar, Kamis (8/12/2016).

Dasar laporannya, yakni data sekolah tanggal lahir Satrawi tercatat 6 November 1971. Sedangkan di ijazah atas nama Satrawi 27 Juli 1971.

Kedua, alamat yang ada di data sekolah ‘Pamekasan’. Sedangkan yang di ijazah alamatnya, ‘Sumenep’.  Ketiga, nama orang tua di data sekolah bernama Yusuf. Sedangkan di ijazah, nama orang tuanya Surahmo.

Data laporan tersebut, semuanya disangkal oleh Ach Supyadi. “Itu tidak benar. Ijazah klien kami sah. Kami sampaikan atas dasar fakta dan saksi dari teman-teman sekelasnya. Bahkan, sudah dilengkapi dengan surat pernyataan sah dan keterangan legal dari lembaga yang mengeluarkan ijazah pak Satrawi,” urainya.

Saat jumpa pers, selain ia menunjukkan surat kuasa, juga membawa sejumlah data penguat dan ijazah pembanding pada tahun kelulusan yang sama. Bahkan, teman-teman kliennya, dinyatakan siap menjadi saksi dalam perkara tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, ia juga akan mengajukan uji lab pada penyidik untuk menguji keabsahan dari barang bukti yakni ijazah kliennya. “Kalau dinyatakan palsu oleh pelapor, kami ingin tahu, mana yang asli. Jika tidak bisa membuktikan, berarti ijazah klien kami sah dong. Pembuktiannya nanti di lab,” ujarnya.

Ia juga mengancam akan melaporkan balik pihak pelapor dengan dugaan pencemaran nama baik dan atau laporan palsu jika pelapor tidak mencabut laporannya dan tidak minta maaf pada publik melalui media massa.

“Ini kan sudah diekspos oleh sejumlah media dan diketahui oleh umum. Maka, sudah layak untuk dilaporkan. Ini akan dilakukan jika tidak ada iktikat baik dari pelapor,” tandasnya.(*)

TerPopuler