Nasib Guru Honorer Kabupaten Sampang Sangat Memprihatinkan

Nasib Guru Honorer Kabupaten Sampang Sangat Memprihatinkan

Saturday, 26 November 2016, 20:02


SAMPANG, kanalmadura.com – Sabtu, 26/11/2016. Upah guru honorer di Kabupaten Sampang berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu bagi pengajar sekolah dasar (SD). Kondisi itu hingga saat ini masih belum menjadi perhatian.

Salah satu guru honorer yang mengajar di wilayah Kecamatan Jrengik yang enggan disebutkan indetitasnya, mengaku harus ikhlas menerima upah hanya Rp 100 ribu per bulan. Padahal upah itu tidaklah mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, sebab dia sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak.

“Kalau dibuat keperluan sehari-hari, ya tidak cukup lah mas” terangnya.

Jika dikalkulasikan, biaya transportasi dari rumahnya untuk mengajar setiap bulannya mencapai Rp 80 ribu per bulan. Sehingga, upah yang semula sebesar Rp 100 ribu hanya tersisa sebesar Rp 20 ribu per bulannya.

“Mau tidak mau, saya sambil cari kerja lain untuk mencukupi keperluan rumah tangga anak. Saya berharap, kesejahteraan guru honorer juga perlu diperhatikan, bukan hanya para guru PNS saja,” harapanya.

Sementara Kabid Tendik Disdik Sampang, Achmad Mawardi, mengaku sejauh ini masih belum ada pembahasan mengenai rencana kenaikan upah guru honorer. Namun pihaknya tidak mengelak bahwa upah guru honorer sangat minim, bahkan ada pula yang tidak dibayar, tergantung kemampuan lembaga sekolah tersebut..

“Menaikan upah guru honorer itu tergantung kondisi keuangan daerah. Dan sejauh ini belum ada pembahasan untuk rencana itu. Berbeda dengan di Semarang yang tahun depan melebihi UMK,” katanya melalui telepon selulernya.

“Tapi kami mengapresiasi para guru honorer yang tetap semangat dan meluangkan waktunya memberikan ilmunya kepada para siswa,” imbuhnya.

Mawardi tidak bisa menyebut data keseluruhan guru honorer. Dia mengaku lupa. Tapi dia memastikan bahwa gurur honorer di Sampang banyak. (*)

TerPopuler