Isu Santet, Muspika Waru Turun Tangan

Isu Santet, Muspika Waru Turun Tangan

Wednesday, 8 July 2015, 16:34

PAMEKASAN,(08/7/2015) Kanalmadura.com - Isu Santet Kembali menggegerkan Warga Pamekasan tepatnya di Dusun Tobalang III Desa Waru Barat Kecamatan Waru Pamekasan Madura Jawa Timur.

Akibatnya isu santet tersebut membuat warga terlihat cekcok.
Informasi yang di himpun kanalmadura.com keributan tersebut terjadi ketika Fatmawati (23) Warga Dusun  Tobalang III Ds. Meninggal Dunia sekitar pukul 23.30 WIB, Selasa Malam (7/7/15) di duga terkena santet oleh TS (52).

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 00.15 WIB, HM dan TR Warga setempat hendak mendatangi rumah TS yang di duga memiliki ilmu santet, namun keduanya di halang oleh warga sebab isu tersebut belum pasti kebenarannya.

Namun keributan tersebut kembali pecah sekitar pukul 08.00 WIB setelah dirumah di rumah TS dikarenakan TS tidak terima dituduh sebagai tukang santet, apa lagi yang meninggal tersebut masih keponakannya sendiri dan Fatmawati sudah lama memiliki penyakit Liver dan sudah di periksa ke dokter, dan hasil laboratoriumnya masih ada dan positif.

untuk mencegah permasalahan semakin meluas dan mencegah hal hal yang tidak diinginkan maka pihak Muspika dan kepala desa langsung bergerak cepat mendatangi ke TKP,bersama anggota koramil 5 orang dan anggota polsek Waru 7 orang melakukan musyawarah.

" mereka berdua dilarang sama Warga yang mau mendatangi rumah tersangka biar tidak menambah suasana memanas," ungkap Peltu Eko Hadi Salah satu petugas Koramil Waru.

Masih menurut Eko meninggalnya Fatmawati di karenakan terserang penyakit liver di buktikan dengan adanya hasil pengecekan laboratorium Kab. Pamekasan, dan korban sebelumnya berobat ke Dr. Irianto Jalan Kesehatan yang bersangkutan punya Penyakit Liver setelah 3 hari dibawa pulang, ternyata Kambuh lagi dan dibawa lagi ke Dokter yang akhirnya dikasih surat pengantar untuk Ronxen, namun dua hari setelah pulang dari rumah sakit yang bersangkutan meninggal dunia.

Hingga berita di turunkan masih belum ada informasi yang pasti terkait tindak lanjut pengembangan kasus tersebut.*(ri/ksm)

TerPopuler