WARGA DESA KADUR KELUHKAN BAU TAK SEDAP DARI KANDANG TERNAK AYAM PETELUR

WARGA DESA KADUR KELUHKAN BAU TAK SEDAP DARI KANDANG TERNAK AYAM PETELUR

Thursday, 18 June 2015, 13:24

Pamekasan,(18/6/2015) Kanalmadura.com - Standar letak sebuah tempat peternakan ayam memang harus jauh dari pemukiman warga karena menimbulkan bau yang tidak sedap dan jika dihirup terus-menerus akan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.

Namun seorang pengusaha peternakan ayam petelur H. Holidi di dusun tengginah, Desa Kadur, Pamekasan, berdiri justru di dekat pemukiman warga dan menimbulkan keluhan dari warga yang rumahnya berdekatan dengan peternakan tersebut.

Hal ini menimbulkan polusi udara dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan warga sekitar.

Seperti yang dikatakan warga berinisial MRY warga desa kadur yang rumahnya hanya berjarak kurang lebih 15 M dari peternakan.

"Memang baunya sampai sini, ya kalau masalah ganggu apa tidak baunya jelas mengganggu sekali. Apalagi kalau pas pergantian musim ‎hujan ke musim kemarau, kan kotoran seperti menguap terus baunya terbawa angin sampai kemana-mana,"katanya

Letak peternakan ayam petelur ini bukan hanya dekat dengan lingkungan warga, bahkan tepat dipinggir jalan, Bau busuk yang ditimbulkan tak hanya dinikmati warga sekitar, tetapi juga semua pengguna jalan yang melintas jalan sekitar lokasi tersebut.

Sebagian warga yang berada disekitar lokasi bahkan sangat setuju bila peternakan ayam petelur tersebut ditutup saja.

“Sudah sangat mengganggu, dan banyak warga yang mengeluh. Polusi yang ditimbulkan selain mengganggu juga dikhawatirkan menimbulkan penyakit gangguan pernafasan. Kalau boleh saya usul sekalian saja itu ditutup. Sebab selain tidak memberi manfaat bagi warga saya, juga tidak ada kontribusi apapun bagi kemajuan dusun.” Tegasnya.

Menanggapi keluhan warga, Tono, Camat Kadur, mengaku akan berkoordinasi dengan kepala desa kadur, agar hal itu segera dikoordinasikan dengan warga.

"Sudah banyak juga yang menghubungi saya terkait masalah kandang ayam itu, tapi saya coba koordinasikan dulu dengan kepala desa kadur agar warga yang punya kandang itu dipanggil". Ujarnya.*(sui)

TerPopuler