Pamekasan- KanalMadura.id,- Sejumlah pengasuh yayasan lembaga pendidikan swasta di Kabupaten Pamekasan mengeluhkan belum cairnya Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di berbagai grup WhatsApp dan media sosial sejak beberapa hari terakhir.
Para pengasuh yayasan menyebutkan bahwa Dana BOSP yang bersumber dari pemerintah pusat sebenarnya telah ditransfer. Namun hingga kini dana tersebut tidak dapat dicairkan karena diduga diblokir oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Pamekasan.
“Dana dari pusat sudah masuk, tapi tidak bisa kami cairkan. Alasannya diblokir di tingkat cabang dinas,” ungkap salah satu pengasuh yayasan swasta yang enggan disebutkan namanya.
Akibat pemblokiran tersebut, operasional lembaga pendidikan swasta menjadi terganggu. Dana BOSP selama ini digunakan untuk membayar honor tenaga pendidik, kebutuhan administrasi, serta operasional pembelajaran. Kondisi ini membuat banyak lembaga swasta berada dalam situasi sulit.
Keluhan dan kekecewaan para pengelola lembaga pun meluas di grup-grup diskusi sesama pengasuh yayasan. Mereka mempertanyakan dasar pemblokiran dana, mengingat Dana BOSP merupakan hak satuan pendidikan yang telah memenuhi syarat dan bersumber langsung dari pemerintah pusat.
Para pengasuh yayasan berharap pihak terkait, khususnya Cabang Dinas Pendidikan Pamekasan, segera memberikan klarifikasi dan solusi agar dana tersebut dapat segera dicairkan. Mereka juga meminta agar tidak ada kebijakan yang justru merugikan lembaga pendidikan swasta yang selama ini turut berperan dalam mencerdaskan anak bangsa.
Atas kejadian ini aktivis Pendidikan Akhmad Riadi yg akrab disapa H.Adie bersama Berapa pengasuh yayasan berencana akan berkordinasi dengan pihak dinas provinsi Jawa Timur dan gubernur Jawa Timur terkait kebijakan kepala cabang dinas yang baru.
"ini jelas merugikan lembaga pendidikan, kalau ini tidak segera di cairkan hanya karna ada satu dua lembaga bermasalah maka dalam waktu dekat akan kita gruduk kantor candin Jatim, karna kami menduga ini bisa jadi bukan pembenahan sistem melainkan sengaja uang BOS P didepositokan" Ujarnya tegas kepada awak media
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Cabang Dinas Pendidikan Pamekasan terkait alasan pemblokiran Dana BOSP tersebut.(red)
