Aliansi Rakyat Oposisi Tekan Pemerintah Tutup Permanen Cafe Dan Resto Wiraraja

Aliansi Rakyat Oposisi Tekan Pemerintah Tutup Permanen Cafe Dan Resto Wiraraja

Saturday, 20 June 2020, 18:04
foto: M.tosan (atas)

Pamekasan, Kanalmadura,- Aliansi rakyat oposisi (ARAOP) M.Tosan mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan melakukan penutupan secara permanen terhadap cafe dan resto wiraraja,yang berlokasi di kecamatan Tlanakan kabupaten pamekasan.

Dia meminta agar Pemkab Pamekasan bersama pihak terkait melakukan tindakan tegas, kepada pengunjung dan pengelola Cafe dan Resto Wiraraja.

"Untuk cafe dan resto wiraraja karena bukan hanya sekali atau dua kali tempat hiburan tersebut dijadikan tempat maksiat bahkan saat kita semua umat islam melakukan ibadah puasa di bulan yang penuh berkah saat setan-setan dibelenggu justru cafe dan resto wiraraja mucul sebagai setan dengan beroprasi dibulan tersebut ini menunjukkan fungsi pengawasan dalam hal ini DPRD (komisi I) dan fungsi penegakan PERDA juga penindakan SATPOL-PP kabupaten pamekasan serta BUPATI pemeksan RA BADRUT TAMAM tidak bekerja,stay at home bobok tedhunk tor meddem sampai kemudian puncaknya pada 16-06-2020 terjadi pengrebekan pesta narkotika oleh POLRES PAMEKASAN baru semua mau turun". Kata Tosan

Dia juga menambahkan DPRD kabupaten pamekasan dalam hal ini KOMISI I bersama SATPOL-PP melakukan sidak mau kemana kejadian penggrebekan itu fakta benar adanya lalu tunggu apa lagi, pemerintah punya wewenang untuk menutup secara permanen sebagai wujud dari implementasi penegakan PERDA KABUPATEN PAMEKASAN NO 2 TAHUN 2019 tentang PERUBAHAN atas PERDA NO 3 TAHUN 2015  berkaitan tentang  hiburan dan rekreasi.

"jangan sesekali pengawalan ini menjadi Pengawalan yang tidak bertepi dikawal terus,jika dibuka akan di kawal lagi lalu akan ditutup.dibuka dikawal lagi ditutup lagi dan seturusnya hanya karena cafe dan resto wiraraja di miliki oleh orang kuat dan berduit, ini tidak lucu pak komisi I, ini tidak lucu pak satpol-pp ini tidak lucu pak bupati" tutur M.Tosan pria yang berasal dari pesisir selatan ini.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pamekasan, Kusairi mengatakan sudah melakukan penutupan. Bahkan saat itu langsung dilakukan penutupan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Taman. Baginya, Semua aktivitas karaoke di kabupaten Pamekasan sudah berakhir.

“Tidak ada penutupan satu kali atau dua kali. Tidak ada kegiatan karaoke semuanya berakhir,” ujarnya.

Di tempat berbeda Zainullah salah satu tokoh kecamatan Tlanakan mengungkapkan tidak percaya lagi terhadap pemerintah pasalnya dulu sudah dsegel, dan bahkan Bupati Pamekasan mengatakan 1 tahun kemarin bahwa bahwa kedepan tidak ada  lagi tempat karaoke yang buka dan ada lagi demo-demo.

" apa yang disampaikan Bupati itu tidak ada bukti kongkrit pasalnya penutupan itu sebatas wacana buktinya masih tetap beroperasi tempat karaoke Wira Raja dan bahkan dibuat tempat pesta Narkoba kenapa ini semua bisa terjadi, sehingga saya anggap pemerintah kabupaten hanya sebatas basa-basi saja ini menunjukkan pemerintah lemah dihadapan pengusaha berduit, dan Satpol pp mandul tidak punya nyali malah kalah terhadap pemilik Wira Raja". Ujarnya

saya bersama tokoh-tokoh baik dikalangan pemuda dan ulama' butuh bukti kongkrit dari pemerintah daerah pamekasan dan jangan sampai masyarakat Tlanakan menutupnya dengan cara kami masing-masing, karena masyarakat utamanya di Tlanakan sudah geram.

Sebelumnya, Kepolisian Resort Pamekasan berhasil menciduk 15 muda-mudi yang tertangkap basah pesta pil Inex di Resto Wiraraja, Jalan Raya Tlanakan berbuntut panjang. Selasa Malam, (16/06/2020).

Berbekal laporan warga, aparat menemukan barang bukti berupa sejumlah pil inex saat melakukan penggerebekan, di Room Karaoke Resto Wiraraja.

Saat para tersangka sedang ada di rumah tahanan Polres Pamekasan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Adapun pasal yang dikenakan kepada tersangka berupa pasal 112 UU Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman penjara minimal 4 Tahun*(swq)

TerPopuler