Dugaan Pencemaran Nama Baik Oknum Pengawas SMK di laporkan Oleh Kepala Sekolah Ke Pimpinanya.

Dugaan Pencemaran Nama Baik Oknum Pengawas SMK di laporkan Oleh Kepala Sekolah Ke Pimpinanya.

Monday, 21 May 2018, 10:25

Pamekasan, kanalmadura.com - Jum'at 18/05/2018. Diskusi seru di group watshapp Smk/sma korwil selatan perihal permohonan belangko ijasah oleh oknum pengawas Smk, tahun 2018.
Mas atiq salah satu kasek yang merasa di rugikan menuturkan ke kanalmadura.com. " awalnya diskusi berjalan lancar mas,Tiba2 ketika saya menstop dengan dasar instruksi dari sekjen MKKS SMK dan saya scren instruksi tersebut ke grop, maka saya di anggap provokator oleh oknum pengawas tersebut" terangnya.

"Ya...  Saya jelas di rugikan karna ini fitnah buat saya..  Saya membantah Pengawas tersebut karena bukan untuk saya pribadi,  hanya berusaha mengamankan instruksi dari MKKS dan membantu anggota MKKS, memberikan kemudahan layanan bagi anggota, 
Karena terus terang berkas yang di minta itu tidak ada formatnya dan baku,  antara yang satu dengan lainya tidak sama.  Jadi sekjen mkks memutuskan untuk tidak menyetor dulu sembari konsultasi ke kasubag TU,  ketika nanti fix maka format akan kita share ke anggota MKKS,  sehingga anggota kami tidak bolak balik setor berkas, kurang refivisi dsb itu tujuan kita" imbuhnya.

Disisi lain Opik sapaan akrabnya sebagai sekjen MKKS saat di konfirmasi, Membenarkan perihal tersebut dan langsung ambil tindakan termasuk di rapatkan ke anggota.

"ya mas kita kordinasi sekaligus serap aspirasi kepada semua anggota MKKS Smk swasta menyikapi dugaan Fitnah yang di lakukan oknum kepada anggota kami,  dimana beliua juga pengurus MKKS wakil ketua. Intinya hasil koordinasi itu memohon kepada kacabdin agar pengawas itu di tegur dan diberi pembinaan, dan meminta maaf kepada anggota kami melalui gruopnya.
Kemudian untuk tidak di tempatkan lagi di smk di maksud khususnya wilayah selatan antisipasi hal yang tidak di inginkan kedepanya... Agar sama sama kondusif." Tutur opik.

Sementara sampai berita ini di tulis kami masih berusaha mendapatkan konfirmasi dari kacabdin maupun dari oknum pengawas berinisal SM tersebut.

TerPopuler