Tak kalah Dengan Lulusan Sekolah Teknik Ternama Dikota Besar, Santri ini juga mampu ciptakan sesuatu yang wuah

Tak kalah Dengan Lulusan Sekolah Teknik Ternama Dikota Besar, Santri ini juga mampu ciptakan sesuatu yang wuah

Friday, 10 February 2017, 21:50

Pamekasan, kanalmadura.com –  jumat,  10/2/2017. Tidak selamanya santri identik dengan sosok yang hanya mempelajari ilmu agama dalam lembaran kitab kuning. Santri juga memiliki pengetahuan sains dan mampu menjawab tantangan zaman. Itu ditunjukkan santri yang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba).

Tim dari sekolah tersebut mampu menciptakan sepeda motor antimaling. Tentu yang diciptakan bukan hal produk sepeda motor baru. Mereka hanya meracik alarm sebagai pengaman kendaraan bermotor.

Mekanik SMK PP Muba Gufron mengungkapkan, gagasan menciptakan alarm sepeda motor antimaling sebagai solusi maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dia bersama timnya berpikir bagaimana cara supaya kendaraan tidak mudah dicuri.

”Jadi kami ciptakan alarm antimaling. Alatnya pakai alarm mobil sama pakai relay lima kaki. Fungsi kontrol remot antara lima sampai enam meter,” jelasnya Kamis (9/2) lalu.

Kalau remot kontrol itu difungsikan alias dalam posisi terkunci, sepeda motor tersebut tidak bisa dinyalakan. Baik dinyalakan dengan kontak sendiri atau menggunakan alat lain seperti yang sering dilakukan oleh pencuri. Sejauh ini pelaku curanmor menggasak motor menggunakan kunci T.

Jika dipaksakan, alarm tersebut akan menyala secara otomatis. ”Mau dihidupin pakek kontak tidak bisa. Kecuali dibuka dengan kontrol alarm,” tambahnya. ”Hal ini secara otomatis bisa menggagalkan pencuri,” tegasnya.

Jika alarm itu difungsikan, jalur aliran listtik akan terputus. Sebab aliran listrik dari kunci motor ke starter terlebih dahulu disambungkan ke alarm. Kalau ada yang memaksakan menggunakan kunci tanpa membuka kunci alarm terlebih dahulu akan ketahuan.

”Kalau misalnya ada masyarakat yang ingin membuat alarm sepeda motor, tim dari santri Bata-Bata siap untuk membantu. Biaya peralatan hingga pemasangan berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu,” tukasnya. (#)

TerPopuler