Sejumlah Aktivis Gelar Audensi Dugaan Pungli RSUD Sampang

Sejumlah Aktivis Gelar Audensi Dugaan Pungli RSUD Sampang

Wednesday, 2 November 2016, 16:26

Sampang, kanalmadura.com – kamis,03/11/2016. Kesehatan sangatlah mahal, pribahasa mengatakan lebih merawat daripada mengobati kata - kata tersebut sederhana tapi sangat benar adanya begitu halnya yang jadi kepedulian sejumlah aktifis peduli pelayanan publik pabupaten sampang menggelar audiensi dengan Polres Sampang, terkait dugaan maraknya pungutan liar (pungli) bagi pasien BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang senin lalu 31/10/2016.

Yang sebelumnya banyak temuan serta keluhan masyarakat tentang pelayan kesehatan RS kabupaten sampang, khususnya pasien yang menggunakan BPJS mereka, pasien berulang kali masih dibebani biaya yang seharusnya sudah ditanggung BPJS. Contohnya, pasien BPJS disuruh membeli obat di luar RSUD menggunakan resep dokter.

Tamzul, korlap audiensi, menduga adanya permainan pemilik apotek dengan oknum pihak rumah sakit. Pasalnya, saat pasien membeli obat di apotek, resep dari RSUD disimpan oleh pihak apotek. Diduga resep obat itu akan diklaim oleh apotek ke RSUD untuk mendapatkan obat serupa dari RSUD.
“Saya merasa ada mafia obat di RSUD sampang yang bekerjasama dengan pemilik apotek, dengan begitu mereka mendapatkan untung dua kali,” ungkapnya Senin (31/10/2016).

Selain terkait Obat-obatan, ada juga pungli saat mengantarkan pasien BPJS menggunakan ambulan RSUD. Pasien dimintai uang Rp 200-500 ribu untuk sampai di lokasi yang dituju.

Audiensi itu langsung ditemui oleh Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar beserta Para Kasat dan Kabag. Pihak Polres Sangat mengapresiasi aksi aktifis yang peduli pada pelayanan publik.
“Sementara, untuk saat ini kami masih belum bisa melakukan tindakan. Karena masih belum terbukti secara hitam di atas putih. Tapi kami akan mengupayakan untuk menindak lanjuti,” ungkap Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar. (Adss)

TerPopuler