Sejumlah Warga Protes Pembuangan Limbah Tahu

Sejumlah Warga Protes Pembuangan Limbah Tahu

Wednesday, 7 October 2015, 13:58

Pamekasan, kanalmadura.com, Sejumlah Warga melakukan aksi protes melalui pengaduan kepada Kapolres Pamekasan dan BLH, terkait limbah Tahu Milik Abdus Samik (49) yang dibuang ke aliran sungai Dusun Lembena Desa Nyalabu Laok Pamekasan Madura Jawa Timur, Rabu (7/10/15) sekitar pukul 12,10 wib, akibat lembah tersebut sejumlah

Pada saat itu pula, Muspika Kecamatan Pamekasan langsung meninjau Lokasi pabrik Tahu dan Camat  menyarankan agar Limbah tidak dibuang ke Sungai dan pemilik Tahu menyetujui untuk tidak membuang limbah ke sungai,

Sementara gabungan warga yang melakukan Protes tersebut terdiri dari dua Desa yang juga menjadi korban lembah di aliran sungai tersebut, yaitu masrakat nyalabu laok dan nyalabu daya,

" kami Meminta kepada pemilik tahu untuk tidak membuang limbah ke aliran sungai karena masyarakat bila ada didalam sungai merasa gatal," ungkap Sarito salah satu warga yang mengatas namakan warga nyalabu,

Bahkan menurutnya, bila tuntutan masyarakat nyalabu laok dan nyalabu daya yang hidup disepanjang sungai tidak dipenuhi maka pabrik Tahu supaya ditutup, disamping itu Pabrik tahu harus beroprasi pada siang hari karena bila malam hari masyarakat merasa terganggu (Bising)

"Bila tuntutan kami tidak dikabulkan maka masyarakat akan melakukan unjuk rasa kerumah pemilik pabrik tahu," terangnya,

Sedangkan dari hasil laporan anggota Kodim, Pemilik Pabrik sudah membuat tempat saringan penampungan sebanyak 3 tempat agar air yang keluar kesungai sudah bersih, sebab, Pabrik Tahu milik Abdussamik sudah beroprasi sejak tahun 2010 lalu, hingga saat ini, bahkan Setiap hari, pabrik Tahu menghabiskan kedelai sebanyak 250 Kg dengan Jumlah karyawan sebanyak 10 orang yang berasal dari luar Desa Nyalabu Laok yaitu dari Desa Proppo,Teja Timur dan Teja Barat, dengan Penghasilan bersih setiap hari sebesar Rp 600 ribu, Dan Gaji karyawan @ orang Rp.60 ribu perhari,

kerasahan masrakat nyalabu daya dan nyalabu laok tidak ada kaitannya dengan Pilkades di nyalabu laok karena permasalahan tersebut sudah muncul dua tahun yang lalu.*(ri/ynt)

TerPopuler