Sejarah Pertama PPL & KKN Mahasiswa STAIN di Thailand

Sejarah Pertama PPL & KKN Mahasiswa STAIN di Thailand

Wednesday, 8 July 2015, 11:02

THAILAND - "melihat indonesia dari negeri sebrang,"  kalimat itulah yang selalu terlintas didalam benak Sosok Khoirul Umam Syarif yang merupakan salah satu dari sekian ribu mahasiswa STAIN Pamekasan yang terpilih menjadi dutanya ke thailand untuk melaksanakan pengabdian masyarakat, PPL dan KKN diluar Negeri.

" saya merasa bangga dengan hal ini, karna program ini merupakan program pertama dari STAIN PAMEKASAN sepanjang sejarahnya,"  ujarnya,

" Tepat pukul 21.00 WIB, Kami melangkahkan kaki pertama dari tanah madura untuk memulai rentetan perjuangan mulia di Negeri Gajah Putih (NGP)"  kenangnya,

apalagi pada saat itu pihaknya di topang dengan perasaan macam-macam antara bahagia karena sudah sampai ke tempat yang di tuju, merasa sedih, karna harus berpisah dengan keluarga tercinta dan teman-teman, terutama Dosen yang selalu mengisi canda ria, dan memberikan masukan positif menuju masa depan gemilang, " pokoknya dalam perasaan ini semuanya ada"

" Teacher umam" itulah sebutan pertama kali yang sontak di teriakkan oleh semua siswa/siswa setelah berkenalan disela-sela upacara di Sasnupatham Mulniti School Khlomthong Krabi Thailand. pada hari pertamamelaksanakan tugas sebagai duta dari Perguruan Tinggi Indonesia untuk mengajarkan Bahasa Indonesia atau yang lebih di kenal di Negeri tersebut dengan istilah bahasa melayu.

" Saya  merasa miris sekali karena tidak satupun dari sekian guru yang ada di tempat kami yang tau berbicara bahasa indonesia dengan baik,"

Sehingga harus berkomunikasi menggunankan bahasa inggris, "coba bayangkan ngajar bahasa Indonesia menggunakan bahasa inggris. Waduh tambah gak karuan " Untungnya masih ada  guru bahasa inggris yang bisa berbicara bahasa inggris dengan lancar.

Tapi semangat untuk mengajar bahasa kebanggaan bangsa indonesia cukup tinggi. Karna dengan mengetahui bahasa indonesia orang thailand akan lebih mengetahui budaya baik indonesia. "Ada dua bahasa sebagai alat komunikasi

disini, yaitu bahasa thai dan bahasa inggris. Jadi sangat penting sekali bekal pengetahuan bahasa bagi yang ingin tinggal di negeri orang atau yang jalan-jalan keluar negri karena hal itu yang memudahkan kita mudah berintraksi,

Selang beberapa hari mereka tinggal di tempat yang merupakaan negara kerajaan tersebut sudah merasa nyaman dengan lingkungan yang sudah bisa beradaptasi apalagi masyarakat sangat welcom,

Hidup berdampingan dengan orang yang beda agama merupakan pengalaman pertama di negeri orang, namun hal tersebut tidak menjadi sebuah hambtan untuk terus bersosial dengan baik. "Rata-rata mereka saling menjaga harmonisasi antar umat beragama, agama islam kalo di daerah yang kami tempati ini 50 persen begitupula agama budha"  tuturnya, Jadi pengetahuan menentukan jalan hidup, (ri/ie)

TerPopuler