PULUHAN MASSA FPJ, MINTA PEMKAB ALIHKAN DANA PYEC

PULUHAN MASSA FPJ, MINTA PEMKAB ALIHKAN DANA PYEC

Tuesday, 19 May 2015, 15:02
Pamekasan,kanalmadura.com– Siang tadi puluhan aktivis bersama pedagang kaki lima (PKL) yang mengatas namakan Fraksi Parlemen Jalanan (FPJ) Pamekasan, menggelar unjuk rasa dengan melakukan longmarch dari monumen arek lancor, menuju kantor Pemda Kabupaten pamekasan (19/5).

Korlap Aksi Nur Faizal, Dalam orasinya meminta agar anggaran yang dialokasikan ke program Pamekasan Young Enterpreneur Competision (PYEC) dialihkan kepada Pedagang kaki lima, dan pedagang asongan yang telah berkontribusi besar terhadap produktifitas perokonomian Pamekasan. 

“Kegiatan PYEC itu sama sekali tidak menciptakan lapangan pekerjaan dan hanya mengamburkan uang rakyat, dan mestinya, uang itu dipergunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat". Ujarnya  

Faisal juga meminta agar pemkab mengalihkan dana tersebut kepada pedagang kaki lima (PKL) yang ada saat ini. 

“Alihkan saja anggaran PYEC itu menjadi bantuan dana bergulir ke PKL dan pedagang asongan, karna mereka jelas-jelas lebih membutuhkan”. Pinta faizal dihadapan para demonstran. 

Dia juga menjelaskan, pada tahun 2014 lalu, pemerintah melalui APBD kabupaten pamekasan telah menggelontorkan dana melalui Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (DINSOSNAKERTRANS) sebesar Rp 691.805.000.00 untuk pelaksanaan PYEC. 

Namun Faizal menilai Kegiatan PYEC yang bertujuan untuk menciptakan wirausahawan baru tersebut justru hanya mengeksploitasi peserta PYEC. 

“Yang membuat kami merasa sakit hati lagi, bahwa para peserta PYEC disuruh menjual produk luar, dan mereka diperas untuk mendapatkan keuntungan, kenapa para peserta PYEC justru disuruh menjual sebuah produk yang ilegal dan tidak memiliki izin apapun,” tegasnya. 

Sementara itu, menanggapi pernyataan para demonstran, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan, Alwi Beq, berjanji akan mengevaluasi beberapa tuntutan dari pendemo apakah akan dihentikan atau bahkan tetap dilanjutkan. 

“Kami akan evaluasi dulu dengan sejumlah SKPD Kalau ada masukan yang jauh lebih baik mengapa kita harus menolaknya". Ujarnya*(die/ie)

TerPopuler