DUGAAN PUNGLI PADA PELAKSANAAN PEC DI SMAN 2 PAMEKASAN SEMAKIN MEMANAS

DUGAAN PUNGLI PADA PELAKSANAAN PEC DI SMAN 2 PAMEKASAN SEMAKIN MEMANAS

Sunday, 31 May 2015, 14:24

PAMEKASAN - Keluhan sejumlah elemen Aktivis Mahasiswa lebih-lebih Wali Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 2 ) Pamekasan, terkait Dugaan Pungutan Liar (Pungli) dalam Program English Camp (PEC) yang selama ini masih belum ada kepastian dan tanggapan yang jelas dari pihak sekolah Sekolah, kini mulai berani angkat Bicara.

Qomaruddin, Kepala Sekolah SMAN2 Pamekasan nampak emosi saat hendak di wawancarai sejumlah wartawan, apalagi saat di singgung terkait keberadaan PEC yang masih buram, apakah masuk pada program sekolah atau diluar sekolah, sebab, program tersebut, seluruhnya di bebankan kepada siswa,

" itu baca di koran penjelasannya, saya sudah jelaskan disana, " ungkapnya dengan raut wajah emosi,

Apalagi Saat di tanya terkait peruntukan dana, Rp. 69,000,000 (Enam Puluh Sembilan Juta Rupiah) yang merupakan Dana Kursus dan ATK dari 100 Siswa, (Rp. 450,000 uang Kursus, Rp. 240,000 ATK,) yang tidak jelas wujudnya.

Sebab dana yang di pungut pihak sekolah terhadap siswa sebesar Rp. 1,500,000, sebagaimana rincian di atas di tambah dengan uang makan, Rp. 810,000, pihaknya berdalih bahwa Dana ATK tersebut di alokasikan untuk konsumsi Pertemuan Wali Siswa selama dua kali pertemuan, Dan biaya transport ke 6 Tutor.

" dari dana ATK yang 240,000 itu di gunakan untuk pertemuan wali siswa selama dua kali dan transport Tenaga Pengajar," ungkapnya,

Sementara tanggapan pihak kepala sekolah dan kepanitiaan terkait jumlah tutor ternyata bersimpangan, pihak kepala menyebutkan 6 tutor sedangkan dari keterangan ketua Panitia ada empat tutor, sehingga terlihat jelas bahwa pihak sekolah sendiri kurang memahami terkait program dan pengalokasian Dana tersebut.

logika sederhananya tidak mungkin dana sebesar 69 juta, hanya di peruntukkan untuk biaya 4 tutor dan pertemuan wali siswa yang dua kali, apalagi fasilitas siswa terkait Buku panduan dari program tersebut sama sekali tidak mendapat apa-apa hanya mendapatkan beberapa lembar kertas polio.

Seperti yang di beritakan kanalmadura.com sebelumnya, baca, http://www.kanalmadura.com/2015/05/program-english-camp-di-sman-2.html?m=1

Sehingga dengan adanya ketidak singkronan tersebut, akan di tindak lanjuti kembali dengan pihak terkait, baik dari Dinas Pendidikan maupun dari Komisi IV DPRD Pamekasan dan pihak Aktivis Mahasiswa*(ad/ie/ri).

TerPopuler