Penerima Bantuan Sembako Desa Kapedi Akui Tidak Tahu Jumlah Nominal Bantuan

Penerima Bantuan Sembako Desa Kapedi Akui Tidak Tahu Jumlah Nominal Bantuan

Monday, 20 April 2020, 20:33
foto:kepala desa bersama pendamping PKH
 datangi KPM di dusun Aing Pa'ak Kapedi 

Sumenep,Kanalmadura.id- Penerima manfaat bantuan sembako di desa kapedi dusun Aing Pa'ak kecamatan bluto mengaku bahwa pihaknya tidak tau jumlah nominal bantuan yang diterimanya dan juga mengaku bahwa tidak menerima slip pembelian pasca melakukan pengambilan ke agen setempat

"Gule tak oning sanapah pentoan kak ruah ben gule enten tak eberrik slip nika samarenah nguniin bantuan nika,  jek gule gun nguniin polan pon kaluar pentoan nika, gi ekassak jet pon esadiye agi lakar pon perres ben enlaenah kak ruah, tetti gule gun kare naremah " Ucapnya.

Tak lama kemudian tim dari kecamatan , TKSK , pihak bank Mandiri, Polsek, Danramil, Kades Kapedi serata agen setempat, Sejumlah aktifis dan pemdamping PKH mendatanhi rumah KPM tersebut dengan maksud ingin mengklarifikasi dan memastikan berkaitan dengan dugaan adanya penyimpangan dari penyaluran program sembako di desa kapedi .

Singkatnya, Dalam pertemuan tersebut disepakati memang ada beberapa hal yang janggal , meliputi ketidak tauan KPM mengenai jumlah nominal bantuan yang diterima, tidak diberikannya slip hasil pembelian sembako dan dipaketkannya paket sembako oleh agen (tidak ditawarkan kepada KPM untuk memilih sendiri sembako yang di inginkan).

Selain hal tersebut juga dirinci harga satuan sembako yang di dapat KPM oleh TKSK setempat terlebih mengenai harga satua beras merk CENDANA yang disalurkan kepada penerima dengan harga Rp11.600 per kilonya .

"Beras itu harganya Rp175.000 sebanyak 15kg, jadi perkolo gramnya berkisar Rp11.600an" ucap TKSK setempat

Dalam waktu yang lain, Basri aktifis Jatim yang juga ikut hadir dalam perkumpulan tersebut menyampaikan bahwa, dengan adanya beberapa hal  sepertihalnya pemaketan dan tidak diberikannya slip hasil pembelian sembako kepada KPM pasca Pembelian sembako di e-warong, apapun alasannya itu tetap salah karena di pedoman umum program sembako tahun 2020 sudah jelas mengenai hal tersebut.

"Apapun alasannya kalau sudah tidak sesuai dengan Pedum ya tetap salah apalagi KPM sampai tidak tau nominal bantuan yang didapat itu berati sosialisasinya lemah dan saya pun berharap di Desa kapedi ini baik oleh pendamping maupun Camat Bluto yang juga ikut hadir dan menyimak langsung tadi, agar mengenai Beras merk Cendana itu untuk dipertimbangkan, karena setelah saya kalkulasi beras merk CENDANA itu lebih mahal daripada beras merk Dua Paus berdasarkan hitung-hitungan tadi, padahal kalau memang mau di adu kualitasnya menurut saya lebih bagus beras merk Dua Paus dan saya pun yakin andai masyarakat diberikan kebebasan memilih antara beras merk Cenda dan Dua paus saya yakin lebih memilih dua Paus" tegas Basri.

Dan pihaknya juga berharap kepda Camat Beserta Timnya serta TKSK dan pendamping, untuk bersikap profesional dalam program sembako ini dengan benar-mengedepankan kepentingan masyarakat (KPM) daripada oknum tertentu. Tutupnya.*(tim)

TerPopuler