Terkait Penyataan Bupati Pamekasan mengenai demo bayaran, ketua Alpart sebut "Bupati ASBUN"

Terkait Penyataan Bupati Pamekasan mengenai demo bayaran, ketua Alpart sebut "Bupati ASBUN"

Monday, 2 September 2019, 16:26
foto: dokumentasi  aktivis Alpart

Pamekasan, Kanalmadura.- Ketua Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (Alpart), Sauqi menyayangkan pernyataan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang menuding gerakan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para aktivis mahasiswa dan petani tembakau pada rabu, (28/08/2019) lalu sebagai aksi bayaran.

Ucapan tersebut disampaikan Bupati Baddrut dalam acara keagamaan yaitu Pamekasan bersholawat pada malam 1 Muharram 1441 H, yang dihadiri ribuan orang, Sabtu Malam (31/08/2019). Statemen tersebut tersebar melalui video berdurasi 36 detik.

"Kalau urusan kebaikan tidak ada ucapan terimakasih, tapi kalau soal tembakau yang rugi satu orang dan yang demo di bayar maka jadi bahan ocehan,” kata Badrut Tamam dalam video itu.



Menurut Sauqi, yang disampaikan Bupati saat itu dinilai tidak etis, lebih-lebih diucapkan saat acara shalawatan.

"Sikap bupati sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin. Jika memang aspirasi teman-teman itu keliru, mestinya pada saat aksi ditemui dan memberikan klarifikasi. Tapi faktanya bupatinya kan menghilang terus ketika ada aksi demonstrasi," katanya Senin (2/09/2019).

Jika seperti itu, kata Sauqi, kegiatan solawatan itu justru terlihat lebih kepada kepentingan pribadi bupati untuk melakukan pencitraan sekaligus untuk menutupi kegagalannya dalam memimpin di Bumi Gerbang Salam.

"Padahal acara solawatan itu kan pake uang Pemkab. Jadi kalau menurut bupati pendemo itu bayaran, sekalipun itu benar itu masih mendingan," ucap Sauqi.

"Daripada bupati sendiri yang jelas-jelas memakai uang rakyat dengan kedok solawatan. Tapi sebenarnya kepentingannya untuk pencitraan dirinya pribadi saja, apa itu tidak jauh lebih parah," sambung dia.

Lebih lanjut, Sauqi mengatakan, sekalipun itu bukan kelompoknya yang melakukan aksi, dirinya merasa tersinggung mendengar ucapan yang menyudutkan seperti itu.

"Harusnya, kalau Bupati berani ucapan itu disampaikan saat aksi kemarin. Bukan malah menyampaikan pada acara yang harusnya penuh dengan kesejukan tanpa ada ujaran kebencian yang menyulut emosi orang lain," pungkasnya.*(syq)

Simak Videonya Berikut:

TerPopuler