Antisipasi Terjadinya penyelewengan, Babinsa Cek Penerima Alsintan

Antisipasi Terjadinya penyelewengan, Babinsa Cek Penerima Alsintan

Monday, 6 July 2015, 17:45

Pamekasan, (06/7/2015) Kanalmadura.com - Bantuan Alsintan yang dibagikan kepada kelompok tani adalah amanah, jangan khianati, jangan diselewengkan apalagi dijual..! tegas Dandim didepan para ketua kelompok tani saat pembagian bantuan Alsintan beberapa saat yang lalu.

Kalimat itulah yang selalu disampaikan Letkol Arm Mawardi, S.A.P Dandim 0826 dalam setiap kesempatan untuk mengingatkan  kepada setiap kelompok tani agar tidak ada praktek penyimpangan atau jual beli Alsintan bantuan pemerintah baik saat acara pembagian Alsintan maupun di depan anggota Kodim 0826.

Jual beli alat mesin pertanian (Alsintan) menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini setelah ditemukannya kasus penjualan Alsintan di Kabupaten Sampang (Madura). Persoalan tersebut juga menjadi perhatian Komandan Kodim 0826 Pamekasan.

Penegasan itu juga selalu disampaikan oleh Dandim saat ceramah jam komandan kepada seluruh anggota Kodim 0826.

"Danramil dan Babinsa dihimbau supaya lebih sering turun ke Poktan, cek bantuan Alsintan yang telah diterima, jangan sampai ada yang dijual!!!" perintahnya.

Pengecekan pun langsung dilakukan kepada masing masing Poktan diantaranya dilakukan oleh Babinsa Koramil 0826/09 Pakong Serda Lazarus L.N.D yang langsung melakukan  pengecekan Alsintan bantuan dari Dinas Pertanian.

Pengecekan yang dilakukan Serda Lazarus ditujukan kepada 3 (tiga) Poktan di Desa Cenlecen Kecamatan Pakong, yaitu Poktan Kamboja dengan ketua Halili, Poktan Melati dengan ketua Abdul Somad dan Poktan Sedap Malam dengan ketua Moh Suhdi.

Untuk diketahui di Poktan Kamboja berupa alat pemotong padi, di Poktan Melati berupa mesin pompa air dan terakhir Hand Traktor di Poktan Sedap Malam.

  "Semua Alsintan tersebut dalam kondisi baik dan siap pakai" kata serda Lazarus.

Seperti yang diketahui sebelumnya, beberapa saat lalu juga berhembus kabar bahwa diduga  terjadi praktek jual beli Alsintan oleh salah satu Poktan yang tidak aktif dan diketuai oleh aktivis salah satu LSM di Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

Saat ini kebenaran informasi tersebut masih didalami, karena menurut sumber, praktek tersebut benar adanya bahkan menurut keterangan salah satu sumber yang namanya tidak mau di muat di kelompok tani yang tidak aktif itu juga mendapatkan bantuan yang tidak jelas peruntukannya.

"Kalau mau ditelusuri tidak hanya itu saja bahkan sejumlah bantuan lainnya juga diduga tidak jelas penggunaannya seperti, bantuan mesin pengolahan kompos, SLPTT 2014 dan program PUAP yang dikelola Poktan tersebut". Ujarnya.*(ri/sui)

TerPopuler